“…KIDSFFEST 2012, SEMANGAT ANTI KEKERASAN DAN PELECEHAN ANAK …”


 

Nia Dinata, memberikan sambutan pada KidsFfest 2012

“…PENANTRA – JAKARTA, Festival Film Anak dan Remaja Internasional, Kids Film Festival (KidsFfest) Indonesia 2012, telah selesai di laksanakan.

Dalam festival ini ditayangkan film anak dan remaja dari 11 negara, seperti Belanda, Jerman, Polandia, Norwegia, Austria, Denmark, Swedia, Jepang, dan tiga film Indonesia.

Film-film yang diputar ini kemudian dinilai oleh para penonton dan Dewan Juri Belia, yaitu tiga siswa terpilih dari Jakarta.

Selama Festival film yang di gelar, pada tanggal 27-29 April dan 4-6 Mei 2012 pekan lalu tersebut, di Blitzmegaplex West Mall Level 8, Grand Indonesia Shopping Town Jakarta festival, mereka bertugas untuk menilai lima film untuk memilih satu film yang akan mendapat gelar Film Terbaik KidsFfest 2012.

Lima film yang berkompetisi adalah Fuchsia The Mini Witch (Foeksia de Miniheks) produksi tahun 2010 dari Belanda, Karla and Jonas(Karla og Jonas) produksi tahun 2010 dari Denmark, The Liverpool Goalie (Keeper’n Til Liverpool) produksi tahun 2010 dari Norwegia, Tomorrow Will Be Better (Jutro Bedzie Lepiej) produksi tahun 2011 dari Polandia,Garuda Di Dadaku 2 produksi tahun 2011 dari Indonesia.

Keluar sebagai pemenang KidsFfest Award 2012 adalah Tomorrow Will Be Better. Sementara film favorit, “ KidsFfest Audience Award 2012 ”, adalah Azemichi Road (Azemichi Janpin!) produksi tahun 2009 dari Jepang karya Fumie Nishikawa.

Berbagai komunitas anak ikut meramaikan KidsFfest 2012

Kalyana Shira Foundation, pimpinan Nia Dinata, adalah inisiator acara yang sudah digelar kesekian kalinya ini. Tema KidsFfest tahun ini “ Say No To Bullying ”.

Untuk memperjelas semangat anti kekerasan dan pelecehan di kalangan anak-anak ini, maka diputarlah film Langit Biru sebagai pembuka.

Film arahan sutradara Lasja F Susatyo, produksi tahun 2011 ini bercerita soal seorang anak yang gemar ” menjahili ” teman-teman di sekolahnya.Selain pemutaran film, ada pula kompetisi film pendek dari filmmaker belia dengan tema anti bullying tersebut.

Filmmaker ini rata-rata berusia 12-15 tahun, dan terdapat lima finalis untuk kompetisi ini, yakni “Arestasi” sutradara Abyan Utomo, SMA Madania, Bogor; “ Bully X ” sutradara Dito Tunjung, SMP Pembangunan Jaya, Tangerang, “ Langka Receh ” sutradara Eka Susilawati dan Miftahhun dari SMPN 4 Satu Atap, Karangmoncol, Purbalingga, Jawa Tengah; “ Pengalaman Dibully ”, sutradara Thalia Izdihar Nabila, homeschooling, Jakarta; serta “ Tidak ” sutradara Adrila P, SMP Pembangunan Jaya, Tangerang.

Dari lima finalis ini, dewan juri KidsFfest yang dipimpin Nia Dinata dipilih tiga pemenang yaitu Bully X sutradara Dito Tunjung, SMP Pembangunan Jaya, Tangerang sebagai pemenang pertama. Disusul, Langka Receh (Lack of Coins) sutradara Eka Susilawati dari SMPN 4 Satuatap, Purbalingga, Jawa Tengah. Ditempat ketiga diduduki Arestasi sutradara Abyan Utomo, SMA Madania, Bogor.

Penayangan KidsFfest ini selain dinikmati pengunjung KidsFfest juga dinikmati oleh ratusan anak-anak dari komunitas anak seperti Sahabat Anak, Sanggar Roda, Ciliwung Merdeka, ISCO, KDM, Abadi Project, ISDI (Anak-anak dengan down sindrome) dan beberapa
komunitas lainnya.

( Oleh :Eka Shantika )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: